memberi informasi secara islami

Wednesday, April 19, 2017

Pilkada:Janji Yang Terlanjur

Matugeut|Akhirnya pesta Demokrasi Pilkada daerah DKI putaran kedua pada tanggal Rabu,19 April 2017 terlaksanakan dengan damai.Hanya menunggu hasil resmi dari KPU yang mengunakan cara manual dan rekapitulasi KPU DKI,warga Jakarta telah menggunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpin DKI.Dua pasangan calon yang mengikuti Pilkada DKI hari ini adalah petahana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan wagub Djarot Saiful Hidayat sebagai paslon nomor urut 2, melawan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, paslon nomor urut 3.
Menurut data yang di lembaga survei LSI Denny JA dalam hitung cepat (quick count) sementara semakin banyak.Pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat berada di urutan kedua mendapat perolehan suara 44,82%.Namun,Pasangan Anies Bawedan-Sandiaga Uno memperoleh suara 55,18%.Data yang telah masuk 47,43%,waktu update 14.35 WIB sumber : News.detik
Namun,permasalahannya adalah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang telah terlanjur berjanji dengan mengatakan "Nah sekarang,saya emak-emak,seandainya Anies-Sandi besok menang,saya rela potong payudara saya"Ucapan yang keluar dari mulut seorang ibu direkam dalam sebuah video disitus Youtube.
Video tersebut berdurasi kurang lebih 2 Menit dan diunggah oleh akun Arivano pada Kamis,13 April 2017.Video tersebut sudah dinonton sebanyak 3.298x.Menurut Medsos ibu rumah tangga lagi dicari-cari untuk menepati janjinya.Sumber:m.tempo.co

Mimpi Hasan Al-Basri

Ilustrasi
Matugeut|Antara Hasan Al-Basri dan Ibnu Sirin terdapat ketidakcocokan.Sebab itu bilamana nama Ibnu Sirin disebut-sebut di hadapan Hasan Al-Basri ia meminta agar tidak menyebut perajut itu, karena sebagain keluarga Ibnu Sirin adalah perasut.
Pada suatu malam Hasan Al-Barsi bermimpi seolah-olah dirinya telanjang sambil berdiri diaras tumpulkan sampah dan dipukuli dengan bahan kayu.Namun,ia terbangun menjadi gelisah karena mimpinya itu.Kemudian meminta kepada sahabatnya agar pergi menemui Ibnu Sirin, ulama yang dikenali ahli menafsirkan mimpi, seraya berpesan agar menyampaikan kepadanya bahwa ia sendiri yang bermimpi, bukan Hasan Al-Basri.
Sahabat Hasan Al-Basri benar-benar  datang menemui Ibnu Sirin,lalu menceritakan mimpi itu dan meminta agar ia berkenan menjelaskan penafsirannya tentang mimpi itu.Ibnu Sirin menjawab "Kata kepada orang yang bermimpi demikian."Jangan bertanya kepada orang tukang rajut tentang hal seperti ini!"
Jawaban itu membuat sahabat Hasan Al-Barsi terkejut,ia pun menyampaikan pesan Ibnu Sirin kepada Hasan Al-Basri.Mendengar itu,ia kemudian menjadi salah tingkah,lalu temannya untuk pergi bersama-sama menemui Ibnu Sirin.
Ketika Ibnu Sirin melihat Hasan Al-Basri ia menemui dan saling berjabat tangan dan memberi salam,setelah duduk masing-masing menyalahkan diri sendiri lalu Hasan Al-Basri mengemukakan bahwa ia menjadi gelisah karena mimpi itu.Ibnu Sirin pun menjelaskan tentang mimpi itu agar tidak membuatnya gelisah..Karena ketelanjangan itu hakikatnya adalah ketelanjangan dunia,sementara Hasan Al-Barsi tidak mengejarnya,sedangkan tempat sampah artinya kehidupan dunia sementara ia telah memahami rahasia kehidupan dunia ini yang sebenarnya, dan pukulan pada tubuhnya dengan kayu adalah hikmah yang ia ucapkan dan bermanfaat bagi banyak orang.
Hasan Al-Basri dengan penuh rasa ingin tahu,bertanya"Dari mana engkau tahu bahwa mimpi itu aku orang yang mengalaminya ?"Ibnu Sirin menjawab "Ketika mimpi itu dicerikan kepadaku,aku berpikir demikian karena tidak seorang pung yang layak bermimpi demikian selain engkau"Wallahu a'lam

Thursday, April 13, 2017

Sahabat Sejati Menurut Imam Ghazali

Matugeut|Arti sahabat memang memiliki arti yang begitu banyak dalam hidup ini. Beberapa orang bahkan berpendapat jika persahabatan merupakan salah satu faktor kunci sukses seseorang dalam hidupnya. Tentu tak ada seorang pun dari kita yang akan menampiknya jika memang dikatakan demikian karena sahabat sejati pasti akan memberikan dukungan dalam bentuk apa pun demi tercapainya keinginan dan cita-cita dari sahabatnya sendiri. Bahkan, persahabatan dalam makna yang benar adalah sebuah jalinan yang melibatkan luapan kecintaan karena Allah Swt dan untuk Allah Swt, sehingga dapat memiliki implikasi positif.

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wata‘ala pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali perlindungan-Ku.” (HR. Muslim).

Persahabatan yang benar akan menimbulkan rasa cinta dan sayang yang tulus, melahirkan kedamaian dan ketenangan, sehingga orang lain terasa nyaman di sampingnya. Sahabat sejati selalu jujur dan bicara benar apa adanya. Sahabat sejati tidak akan membungkus pukulan dengan ciuman, tidak akan berbohong demi kepentingan dan hasrat pribadinya Seorang yang pernah mengatakan bahwa setiap orang mungkin memiliki puluhan bahkan ratusan teman, namun jumlah sahabat sejati yang dimilikinya tak pernah melebihi jumlah jari di kedua tangannya. 

Ketika Ali bin Abi Tholib jadi kholifah, beliau berkata, "Sungguh saat ini,sangat sulit bagiku mencari sahabat sejati".

Saat kita susah, saat kita sakit, saat kita perlu, saat kita jatuh miskin atau saat dia lebih kaya, lebih tinggi jabatannya,Disaat kita lihat sahabat itu tidak berubah,tetap rendah hati bahkan lebih peduli, itulah sahabat kita.
Ada pun Kriteria sahabat sejati menurut Imam Al Ghazali adalah sebagai berikut:

  1. Jika kau berbuat baik kepadanya, maka ia juga akan melindungimu; 
  2. Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan, maka ia akan membalas balik persahabatanmu 
  3. Jika engkau memerlukan pertolongn darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya; 
  4. Jika engkau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik;
  5. Jika ia memproleh suatu kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu; 
  6. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari dirimu, maka akan berupaya menutupinya; 
  7. Jika engkau meminta sesuatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh; 
  8. Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi; 
  9. Jika bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu; 
  10. Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu; 
  11. Jika engkau merencanakan sesuatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu; 
  12. Jika kamu berdua sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga.

Klasifikasi Orang Kafir Menurut Islam

Matugeut|Secara Istilah kafir adalah orang yang menentang dan menolak kebenaran Allah Subhanahu wata’ala yang sampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.Dengan singkat kafir adalah kebalikan dari iman, jika dilihat disisi istilah kafir sama dengan non muslim yang berarti orang yang tidak mengimani Allah dan Rasul-rasulnya,boleh di kafir lawan dari iman.
Di dalam Al-Qur’an, kata kafir dan variasinya digunakan dalam beberapa penggunaan yang berbeda, diantaranya :

"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (Al-Baqarah ayat 6)"

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku (la takfurun). (Al-Baqarah :152)"

Pembagian Orang Kafir Menurut Islam
Kafir Dzimmi, yaitu orang kafir yang tinggal di negeri Islam, hidup dengan aman dan di bawah perlindungan pemerintahan muslim, dengan syarat membayar jizyah (upeti) sebagai jaminan keamanannya. Orang kafir seperti ini terjaga darahnya dan tidak boleh diganggun.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa membunuh kafir dzimmi maka ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga dapat tercium sejauh 40 tahun perjalanan.” (HR an-Nasai:8742, dan dishahihkan oleh al-Albani dalam shahih al-Jami no.6457)"

Dalam Al-Quran Yaitu "Orang kafir yang tunduk pada penguasa islam dan membayar jizyah/upeti(QS. At Taubah :29)"

Kafir mu’ahad, yaitu orang-orang kafir yang tinggal di negerinya, tetapi antara kita dan mereka terdapat perjanjian damai untuk tidak saling memerangi selama waktu yang telah disepakati. Namun, hal itu dengan syarat mereka tetap mematuhi perjanjian dan tidak melanggarnya. Dan kafir seperti ini juga tidak boleh dibunuh.

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membunuh kafir mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Bukhari:3166). 

Dalam Al-Quran "Yaitu orang kafir yang tinggal di Negara kafir, yang ada perjanjian damai dengan Negara islam.(QS. Al Anfal : 58)"

Kafir musta’man, yaitu orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin. Kafir jenis ini juga tidak boleh dibunuh sepanjang masih berada dalam jaminan keamanan.

Dari Ummu Hani, berkata, “Wahai Rasulullah, anak ibuku (yaitu Ali bin Abi Thalib) menyangka bahwa ia boleh membunuh orang yang telah saya lindungi (yaitu) si Fulan bin Hubairah. “Maka Rasulullah SAW bersabda, “Kami telah lindungi orang yang engkau lindungi, wahai Ummu Hani.” (HR. Bukhari: 357 dan Muslim: 337).

Dalam Al-Quran "Yaitu orang kafir yang masuk ke Negara islam,dan mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah.(QS. At-Taubah : 6)"

Kafir harbi, yaitu kafir selain tiga di atas, kafir jenis inilah yang disyariatkan untuk di perangi dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syari’at Islam. Dan ini lah yang dimaksud dalam surat al-Baqarah ayat: 190-193. Golongan ini diperangi, apabila ia atau negaranya telah menampakkan atau menyatakan perang terhadap kaum muslimin atau kaum muslimin terlabih dahulu mengumumkan perang terhadap mereka setelah orang-orang kafir ini menolak ajakan kepada Islam.

Dalam Al-Quran  "Yaitu orang kafir yang memerangi Allah danRasulullah dengan berbuat makar diatas muka bumi.(QS. Muhammad : 4)"

Wednesday, April 5, 2017

10 Golongan Yang Tidak Masuk Surga

Matugeut|Ibnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertobat. Mereka itu adalah al-qalla’, al-jayyuf, al-qattat, ad-daibub, ad-dayyus, shahibul arthabah, shahibul qubah, al-‘utul, az-zanim, dan al-‘aq li walidaih.
Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”
Beliau ditanya lagi, “Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadu domba.”
Beliau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “Dayyus adalah laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”
Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang besar.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang kecil.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-‘utul itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain. Adapun al-‘aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).”
Mu’adz bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan engkau tentang ayat ini: yauma yunfakhu fiish-shuuri fata’tuuna afwaajaa, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kalian datang berkelompok-kelompok?” (An-Naba’: 18)
“Wahai Mu’adz, engkau bertanya tentang sesuatu yang besar,” jawab Rasulullah saw. Kedua mata beliau yang mulia pun mencucurkan air mata. Beliau melanjutkan sabdanya.
“Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda-beda. Allah memisahkan mereka dari jama’ah kaum muslimin dan akan menampakkan bentuk rupa mereka (sesuai dengan amaliyahnya di dunia). Di antara mereka ada yang berwujud kera; ada yang berwujud babi; ada yang berjalan berjungkir-balik dengan muka terseret-seret; ada yang buta kedua matanya, ada yang tuli, bisu, lagi tidak tahu apa-apa; ada yang memamah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada dan mengalir nanah dari mulutnya sehingga jama’ah kaum muslimin merasa amat jijik terhadapnya; ada yang tangan dan kakinya dalam keadaan terpotong; ada yang disalib di atas batangan besi panas; ada yang aroma tubuhnya lebih busuk daripada bangkai; dan ada yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih.”
“Mereka yang berwajah kera adalah orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba di antara manusia. Yang berwujud babi adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan barang haram dan bekerja dengan cara yang haram, seperti cukai dan uang suap.”
“Yang berjalan jungkir-balik adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan riba. Yang buta adalah orang-orang yang ketika di dunia suka berbuat zhalim dalam memutuskan hukum. Yang tuli dan bisu adalah orang-orang yang ketika di dunia suka ujub (menyombongkan diri) dengan amalnya.”
“Yang memamah lidahnya adalah ulama dan pemberi fatwa yang ucapannya bertolak-belakang dengan amal perbuatannya. Yang terpotong tangan dan kakinya adalah orang-orang yang ketika di dunia suka menyakiti tetangganya.”
“Yang disalib di batangan besi panas adalah orang yang suka mengadukan orang lain kepada penguasa dengan pengaduan batil dan palsu. Yang tubuhnya berbau busuk melebihi bangkai adalah orang yang suka bersenang-senang dengan menuruti semua syahwat dan kemauan mereka tanpa mau menunaikan hak Allah yang ada pada harta mereka.”
“Adapun orang yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih adalah orang yang suka takabur dan membanggakan diri.” (HR. Qurthubi) Editor:akhon.ahmadi



Monday, April 3, 2017

Zair Naik:Pendukung Ahok Itu Munafik


Republik.in ~ Ada kejadian menarik dimana seorang hadirin menanyakan pendapat Zakir Naik perihal "Ahok Bangun Mesjid Tapi dia tidak Solat", Dan Jawaban Zakir Naik sangat Cerdas.Wanita bernama Sofi dalam acara sesi Tanya Jawab Dr Zakir Naik di Bandung Minggu 2 April 2017, Menanyakan sebagai berikut.

"Nama Saya Sofi dari Jakarta, saya hadir di sini Spesial untuk Anda (Dr Zakir Naik). Berdasarkan Pilkada di Indonesia, apa yang terjadi di sini adalah, Apakah dakwah atau pengrusakan saat Anda megumpulkan massa dan mengarahkan mereka untuk TIDAK memilih pemimpin kafir, meskipun orang tersebut sudah terbukti bekerja dengan sangat bagus membangun negara dan kota."

"Apakah dakwah atau pengrusakan, saat Anda meminta masyarakat menutup mata dan telinga atas bukti nyata kinerja pemimpin kafir yang Luar Biasa tersebut? Jadi dimana letak Toleransinya jika seperti itu?"Tanya saudari Sofie sembari menambahkan informasi bahwa dirinya terlahir di keluarga muslim dan ber KTP Islam, namun dia tidak mempercayai agama apapun.Dan di awal Dr Zakir Naik menjawab"Bahwa seorang muslim dilarang memilih pemimpin kafir, meskipun sudah membangun infrastruktur yang baik"
"Pemimpin kafir ini tidak hanya membangun gedung, tapi juga bersikap baik dengan menghapus kemiskinan dan membangun masjid, lebih banyak masjid dan lebih banyak masjid" ujar saudari sofie menambahkan keterangannya.
Dan seraya langsung dijawab oleh Zakir Naik "Munafik, Dia membangun tempat ibadah untuk muslim tapi dia sendiri tidak sholat, Munafik"
Kemudian Dr Zakir Naik dengan tenang melanjutkan jawabannya:
"Di Al-Quran (Al-Maidah 51) disebutkan kata Aulia, yang pada konteksnya tidak selalu pemimpin namun, Kata Pemimpin termasuk dalam terjemahan kata Aulia dan pada konteks yang dimaksud ayat tersebut Aulia juga bisa diartikan sebagai pemimpin." Ujar Dr Zakir Naik.
"Dan janganlah sekali-kali kamu (umat muslim) menjadikan mereka (non-Muslim) sebagai Aulia. Dan jika kamu melakukannya maka kamu termasuk dalam golongan mereka" Ujar Dr Zakir Naik mengutip terjemahan bebas dari Surat Al Maidah 51.

"Dan saat kita menterjemahkan Al-Quran, tafsir terbaik adalah dengan merujuk pada Al-Quran itu sendiri, kemudian baru merujuk pada tafsir dari hadist shahih.
Dalam ayat lain Allah memerintahkan Umat Islam agar selalu berbuat baik pada Non-Muslim (Kafir), Tapi Allah mengecualikan satu hal, Kalian Umat Islam yang beriman Jangan memilih Non-Muslim (Kafir) sebagai Aulia, teman sejati, penolong, pemimpin.
Jika ada dua pilihan pemimpin, yang satu kafir dan yang satu muslim, kemudian kita sebagai muslim memilih pemimpin kafir, maka pertolongan Allah tidak akan datang." Ujar Dr Zakir Naik.
Zakir Naik Menilai Muslim Yang Memilih Pemimpin Kafir Sebagai Muslim Yang Tidak Taat karena Meninggalkan Al-Quran
Zakir Naik melanjutkan bahwa "Itulah Perintah Allah, dan Perintah ini bukan ditujukan untuk Non-Muslim, Jadi Non-Muslim tidak diwajibkan mengikuti perintah ini.
Namun perintah ini ditujukan kepada Muslim yang percaya kepada Al-Quran." Ujar Dr Zakir Naik yang diikuti dengan pertanyaan
"Apakah saudari percaya kepada Al-Quran?"
Nampak saudari Sofie ragu untuk menjawab pertanyaan Dr Zakir Naik tersebut.
"Jika saudari tidak percaya dengan kebenaran Al-Quran maka perintah tersebut BUKAN untuk Anda (Larangan memilih pemimpin muslim dalam surat Al-Maidah 51),
Dan Anda sudah menanyakan sesuatu yang kebenaran jawabannya tidak mungkin Anda yakini (karena bersumber dari Al-Quran)" Sanggah Dr Zakir Naik.
"Dan saya tahu di Indonesia banyak orang mempunyai nama Islam di KTP namun berkelakuan tidak islami. Perintah di Surat Al-Maidah 51 ditujukan kepada Umat Muslim yang betul-betul berkelakuan islam (bukan munafik)"
"Jadi sebaik apapun orang tersebut untuk dijadikan pemimpin, Jika tidak sesuai dengan perintah Al-Quran, Maka kita sebagai seorang muslim yang taat, akan meninggalkannya." Sanggah Zakir Naik seraya menyindir orang-orang yang mendukung pemimpin kafir dan meninggalkan perintah Al-Quran.Sumber :republik.in


Translate

Total Pageviews

Followers

Labels

Blog Archive